TIPS BEBERAPA CARA BERKOMPETISI SEHAT DI TEMPAT KERJA



Pada postingan terdahulu Blog Tips dan Triks sudah pernah beberapa kali memposting terkait artikel Tips Kerja, meskipun agak berat untuk dicerna (pemilik blog Tips dan Triks ini juga menganggap agak berat topic ini, anda bagaimana?) namun tidak salahnya saya kembali berbagi Tips Kerja yang lain yaitu bagaimana berkompetisi yang sehat.

Berkompetisi secara sehat maksudnya adalah dengan melakukan hal-hal sesuai aturan norma yang berlaku. Banyak orang kadang kala menghalalkan segala cara untuk mencapai kesuksesan, begitu juga dengan dunia kerja. Posisi yang tinggi, gaji yang menggiurkan, punya kekuasaan dan keistimewaan lain yang bisa diperoleh menyebabkan orang ingin mencapai posisi setinggi-tingginya dalam berkarir. 

Menurut beberapa orang bijak yang paling penting itu sebenarnya bukanlah posisi apa yang berhasil dicapai (result), jangan lupa bagaimana cara mencapainya tidak kalah penting (proses). Percuma sukses berkarir tapi dengan menjatuhkan orang lain. Kalau begini biasanya rizki yang kita dapatkan tidak berkah.

Nah berikut beberapa tips cara berkompetisi yang sehat yang bisa Anda terapkan ditempat Kerja seperti yang saya kutip dari postingan salah satu member forum Kaskus, silahkan disimak :

1. Berpikir positif bahwa kompetisi adalah hal yang sehat.

Kenapa kompetisi sehat? karena hanya dengan kompetisi bisa membuat kita belajar untuk lebih baik lagi denganmemaksimalkan kemampuan diri kita, istilah kerennya “push the limit”. Selain itu dengan kompetisi, kita akan memiliki komitmen terhadap diri kita untuk selalu meningkatkan kualitas diri, kalau tidak ada kompetisi nanti kita akan merasa kita sudah bagus dan cepat merasa puas, padahal belum tentu lho. Khususnya di dunia kerja, karena performa kita akan dinilai oleh banyak pihak, makanya kompetisi akan meningkatkan kemampuan kita untuk bekerja dengan orang lain menjadi lebih bagus. Yang harus dibangun memang cara berpikir positif bahwa dari awal orang-orang yang ada di lingkungan kompetisi kita hadir hanya untuk membuat kualitas diri kita meningkat bukan untuk membuat diri kita merasa tidak aman(insecure).

2. Menyiapkan dan memperkuat mental.

Sisi lain dari sehatnya berkompetisi tentu saja bahwa akan selalu ada orang-orang yang tidak senang dengan pencapaian Anda dan sista. Waktu ane masih kerja di perusahaan Amerika dimana iklim perusahaan sangat kompetitif, ane sangat sering berhadapan dengan orang-orang yang tidak seneng dengan pencapaian ane padahal ane tidak pernah ganggu mereka. Seiring dengan pengalaman ane, orang-orang seperti ini menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan ane. Dulu sih waktu ngejalanin terasa lumayan berat tapi sekarang semua yang terjadi di masa lalu ternyata hanya untuk membuat mental ane lebih kuat, karena ternyata ane banyak sekali ketemu dengan orang-orang seperti ini. Analoginya seperti binaragawan yang kerjanya latihan membentuk otot. Menjadi seorang binaragawan sudah pasti punya jadual latihan yg seabrek-abrek. Mereka pasti juga latihan membentuk otot sejak lama dan konsisten terus menerus. Ane menganalogika otot yang dibentuk binaragawan itu dengan otot otak alias mental. Mental tidak akan pernah kuat kalau tidak diasah, salah satu caranya menguatkan diri ketika berhadapan dengan orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk sukses dan merugikan kita. Ane merasa bersyukur bisa mendapat pengalaman banyak ketemu orang seperti mereka. Jadi kedepannya ane lebih siap lagi secara mental. 

3. Mampu mengukur kemampuan diri sendiri sebelum berkompetisi.

Punya target itu penting tapi yang lebih penting adalah mampu mengukur kemampuan diri sebelum menentukan target. Kalau jaman sekolah ibarat mau jadi Juara kelas tapi tidak pernah Belajar, apa mungkin?Seperti contoh diatas, kalau jadi binaragawan dan punya target Juara nasional tentu aja latihan setiap hari kurang, minimal latihan sehari bisa 3-4 kali, misalnya. Nah kalau latihan aja jarang mana bisa kan jadi Juara? Sama seperti di tempat kerja. Boleh punya cita-cita tinggi, boleh juga nentuin target tinggi, asalkan diri kita punya modal untuk mencapai target tersebut. Modal yang ane maksud adalah kalau selama ini Anda merasa belum mengeluarkan kemampuan terbaik Anda, berarti harus dikeluarkan kemampuan itu, “do our best”, karena orang-orang lain pasti akan melakukan hal yang sama. Jadi jangan sampe sewaktu menentukan target ibarat “pungguk merindukan bulan”, karena kalau kita tidak mampu mengukur kemampuan diri, kita tidak akan bisa menentukan target yang tepat sesuai kemampuan kita.

4. Harus paham beban kerja kita dan mampu berkolaborasi dengan baik

Yang namanya kerja pasti kita punya list kerjaan yang harus diselesaikan secara individu dan secara tim. Untuk list kerjaan yang sifatnya harus diselesaikan secara individu, hanya diri kita sendiri yang mampu menyelesaikan. Jika kita sudah mengerahkan usaha kita dan masih kesulitan, orang pertama yang bisa kita tanya adalah bos kita. Selain itu ada list pekerjaan yang harus dikerjakan secara bersama-sama dengan rekan kerja kita yang lain. Untuk yang satu ini kita harus memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja kita khususnya yang berada dalam satu tim yang sama. Sebisa mungkin kita bekerja dengan baik, pastinya harus kompak jadi hasilnya juga tidak mengecewakan. Kalau ada yang tidak jelas dalam menyelesaikan pekerjaan, ane menyarankan untuk bicara baik-baik dan terus terang. Kalau hubungan kita tidak terlalu baik dengan rekan kerja satu tim, biasanya hasil pekerjaan tidak akan terlalu baik juga. Resepnya memang kita harus baik sama orang lain, saling bantu sehingga orang lain tidak akan segan-segan untuk bantu kita juga.

5. Menaikkan values diri kita terhadap tim dan orang lain

Ketika bekerja dalam tim, biasanya dalam satu tim akan terlihat mana yang punya kontribusi terhadap tim mana yang tidak ga kontribusi alias numpang nama doang. Kitaharus bisa menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan kita dimana pun kita bekerja, apakah dalam tim atau individual. Seperti yang ane sampaikan diatas, memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja cukup penting, karena jika rekan kerja kita tahu kelebihan kita,mereka tidak akan segan-segan bekerja sama dengan kita. Nantinya jika kita terbukti konsisten bekerja dengan baik dengan banyak orang, nanti orang-orang ini yang menceritakan kelebihan diri kitake orang lain. Sehingga jika berikutnya kita berada dalam tim yang berbeda, orang-orang lain akan tau kita dan kualitas kerja kita seperti apa. Ini sama aja analoginya kalau ada orang baru masuk ke tim yang sama dengan kita, kita akan berusaha cari tahu orang ini, baik dari sifat maupun kualitas kerjanya seperti apa. Orang yang kerjanya bagus dan attitudenya bagus biasanya akan diterima dengan baik di tim manapun.

6. Tunjukkan apresiasi Anda terhadap rekan kerja mulai dari hal terkecil

Kalau bekerja dalam tim, jangan lupa mengucapkan apresiasi dalam bentuk terkecil misalnya mengucapkan terima Kasih. Orang yang membantu kita juga akan senang jika kita sendiri cukup tahu diri untuk bisa memberikan apresiasi terhadap orang lain. Berlaku sama jika kita membantu orang lain, kita juga akan merasa senang dan dihargai jika orang tersebut bisa memberikan apresiasi kekita walau pun “hanya” dalam bentuk ucapan terima kasih. Di perusahaan tempat ane bekerja dulu, ucapan terima kasih akan ane sampaikan dalam bentuk tertulis (email) yang kemudian ane cc ke bos yang bersangkutan. Tujuannya secara tidak langsung memberitahukan ke bos rekan kerja kita kalau kita terbantu ketika bekerja bersama dengan anak buahnya. DIjamin rekan kerja kita pasti akan senang. Jangan lupa segala sesuatu yang dibuat tertulis harus benar adanya aka fakta. Bentuk apresiasi itu sendiri bisa berbagai macam, misalnya kalau Anda terima bonus jangan lupa bersyukur, memberi kepada keluarga dan bisa juga mentraktir rekan-rekan kerja yang punya kontribusi terhadap keberhasilan Anda.

7. Menjaga kualitas pekerjaan dengan sangat baik

Seberapa berat tekanan yang Anda dan sista rasakan, seberapa keselnyaagan sama bos, rekan kerja atau sama orang rumah, kita harus selalu menjaga kualitas pekerjaan dengan sangat baik. Orang lain apalagi di tempat kerja tidak akan pernah mentolerir kualitas pekerjaan Anda karena Anda punya masalah di kantor atau masalah pribadi. Analoginya sama dengan kalau ada rekan kerja kita yang kerjaannya tidak beres karena baru putus pacaran misalnya, Anda pasti akan merasa wah ini orang tidak professional banget. Karena itu, apapun masalah yang sedang kita hadapi kita harus bisa menyelesaikan dan tidak membiarkan masalah itu mengganggu kualitas pekerjaan kita. Namanya kantor hanya akan selalu menilai performa kerja kita dengan kualitas pekerjaan yang kita berikan.Selain itu kemampuan orang juga berbeda-beda. Ada orang yang mampu mengerjakan beberapa hal sekaligus karena sudah terbiasa, ada juga yang tidak terbiasa mengerjakan beberapa hal sekaligus. Karena itu seperti yang ane sampaikan sebelumnya, Anda harus mampu mengukur kemampuan diri sendiri sehingga bisa menjaga kualiatas pekerjaan dengan baik.

8.Berhati-hati dalam memberikan informasi ke orang lain

Ga perlu pelit informasi di kantor sebaiknya kita bersifat open dan share hal-hal yang memang perlu diketahui orang lain. Yang harus diperhatikan itu jangan bergosip, jangan ngomongin orang lain apalagi bos sendiri. Kalau ada rekan kerja bertanya tentang sesuatu hal kekita dan kita tahu jawabannya tidak apa-apa kita bantu saja. Rekan kerja kita tersebut pasti akan merasa terbantu oleh kita. 

Selain itu, jangan lupa walaupun kita harus bersikap terbuka, tapi kita tetap harus bisa menjaga diri dengan tidak sembarangan memberikan informasi yang kita sendiri tidak tahu kebenarannya. Contohnya, kita juga perlu menjaga data-data yang bersifat pribadi, misalnya password laptop atau komputer dikantor, password telepon dan lain sebagainya. Hal ini untuk menghindari rekan kerja kita menggunakan data kita untuk keperluan mereka tanpa seizin kita. Atau jika ada orang bertanya ke kita tentang sesuatu hal dan kita tidak yakin dengan jawabannya sebaiknya disampaikan terus terang kalau kita memang tidak terlalu mengetahui informasi yang ditanyakan.

9. Punya Hubungan baik dengan bos

Walau bagaimanapun pada akhirnya kesuksesan berkarir kita akan banyak di tentukan oleh bos kita. Karena itu memiliki hubungan yang baik dengan atasan sangat penting. Jika kita sedang mengerjakan beberapa pekerjaan yang sifatnya strategis, kita perlu memberikan informasi secara rutin kepada bos kita supaya bos kita cukup ter-update dengan informasi atau progess terakhir dari pekerjaan tersebut. Selain itu jika kita membutuhkan bantuan kita bisa meminta tolong kepada bos kita untuk membantu mencarikan solusi untuk kita. Kalau saat ini hubungan Anda masih belum terlalu akrab dengan bos Anda, Anda bisa mulai dari sekarang. Bisa di mulai dengan menghadap bos Anda untuk update seputar kerjaan Anda. Perlu hati-hati ketika melakukan pendekatan ke bos Anda, tidak perlu bicara hal yang bersifat Pribadi. Cukup lakukan di ruangan kerja bos Anda, update bos Anda dan berikan informasi yang jujur dan berimbang. 

Di dunia kerja dan bisnis yang sangat kompetitif saat ini, selain attitude yang excellent, “being smart in all aspect” sangatlah penting. Ini memungkinkan Anda untuk belajar dan beradaptasi, serta melakukan yang lebih baik dari orang lain.

Sekian postingan singkat Tips Beberapa Cara Berkompetisi Sehat di Tempat Kerja, semoga bermanfaat.

Sumber Artikel : kaskus.co.id

1 Response to "TIPS BEBERAPA CARA BERKOMPETISI SEHAT DI TEMPAT KERJA"