TIPS JITU AGAR TERHINDAR DARI SAMBARAN PETIR

Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Petir, fenomena alam yang satu ini setidaknya menjadi salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi. Setidaknya ada 24 ribu orang tewas tersambar petir di setiap tahun dan 240 ribu orang terluka akibat sambaran petir yang terjadi di seluruh dunia.

Agar terhindar dari sambaran petir, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan seperti dilansir dari Live Science (21/7).

The Federal Emergency Management Agency (FEMA) menyarankan orang-orang untuk mengikuti aturan 30/30, yakni jika melihat kilat, maka Anda dapat menghitung hingga 30 detik sebelum suara petir datang. Dengan demikian, Anda mempunyai waktu 30 detik untuk mencari perlindungan.

Jika Anda tidak menemukan bangunan untuk tempat berlindung dari petir, kendaraan dapat menjadi alternatif. Namun pastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat dan jangan menyentuh perangkat logam apapun di dalam mobil.

Jika sedang berada di tengah hutan, pastikan Anda berlindung di semak dengan pepohonan yang rendah. Hindari berlindung di bawah pohon yang tinggi karena petir cenderung menyambar pohon-pohon yang tinggi.

Namun jika Anda berada di ruang terbuka, cari tempat yang lebih rendah dan jika berada di dalam perahu di tengah danau atau laut, maka segera menuju daratan secepat mungkin.

Jika merasa bulu dan rambut Anda seperti berdiri, itu berarti pertanda bahwa petir akan datang menyambar. Yang dapat dilakukan adalah duduk jongkok dan tutup telinga dengan kedua tangan untuk menghindari kehilangan kemampuan pendengaran.

Hindari berbaring di tanah atau dataran. Hal tersebut dapat meminimalisir kontak tubuh dengan tanah, karena sengatan listrik menyebar dari dataran tersebut.

Sekian postingan beberapa tips agar terhindar dari sambaran petir, semoga bermanfaat

0 Response to "TIPS JITU AGAR TERHINDAR DARI SAMBARAN PETIR"

Posting Komentar